Monday, April 17, 2017

Peristiwa Alam yang Mempengaruhi Kehidupan Masyarakat

Dampak Kerugian yang disebabkan Peristiwa Alam dalam Kehidupan Masyarakat - Dalam kehidupan sehari hari banyak peristiwa alam yang kita alami. Peristiwa alam tersebut ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan. Peristiwa di alam yang merugikan adalah yang menimbulkan bencana. Bencana tersebut tentu saja menimbulkan kerugian material  dan kerugian lain bagi masyarakat. Beberapa jenis peristiwa alam secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kehidupan masyarakat dapat dilihat dari uraian berikut ini.

1. Gempa Bumi


source img : www.galena.co.id

Kita barangkali pernah mengalami dan merasakan terjadinya gempa bumi dalam skala kecil maupun besar. Gempa bumi terdiri dari dua jenis, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lapisan permukaan bumi. Gempa jenis ini akan terasa dalam jarak tertentu. Gempa bumi vulkanik adalah gempa yang terjadi akibat letusan gunung berapi. Gunung berapi yang meletus selalu diiringi gempa yang menggetarkan permukaan bumi di sekitarnya. Gempa bumi tektonik dan vulkanik menimbulkan akibat yang buruk bagi masyarakat terutama gempa yang berkekuatan besar.

Dampak sosial yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi adalah masyarakat kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarganya. Mereka yang selamat kemudian mengungsi ke tempat yang cukup aman. Di tempat pengungsian, mereka menempati tenda tenda sementara bantuan dari pemerintah atau sukarelawan. Terkadang mereka harus berdesak desakkan karena jumlah pengungsi yang abnyak, sedangkan jumlah tenda terbatas. Suasana ini sungguh tidak nyaman dirasakan.

Belum lagi kurangnya fasilitas penting seperti MCK (Mandi, cuci, kakus). Hal ini menambah kesulitan para pengungsi dalam waktu lama, pengungsi dapat terkena wabah penyakit yang cepat menular seperti penyakit kulit dan diare. Aktivitas masyarakat terganggu bahkan terhenti untuk beberapa lama.

Masalah ini harus segera ditangani oleh pemerintah dan juga para sukarelawan yang peduli. Bantuan seperti makanan, pakaian, dan obat obatan harus disegerakan. Untuk pemulihan pascagempa, pemerintah bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lain memperbaiki fasilitas fasilitas yang rusak seperti perumahan penduduk, sekolah, gedung oemerintahan, dan jalan. Bagi daerah yang dinyatakan rawan gempa, maka rumah rumah atau gedung yang dibangun berupa rumah tahan gempa. Hal ini untuk menghindari kerusakan yang lebih parah jika suatu saat terjadi gempa kembali.

2. Banjir

source img : https://daerah.sindonews.com/

Bencana banjir sering terjadi pada musim hujan. Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi sementara sumber daya alam seperti hutan yang telah rusak dan prasarana untuk mengalirkan air tersumbat. Banjir ada yang berskala kecil, ada juga banjir besar.

Bencana banjir dapat menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat setempat. Sawah tergenang hingga tidak dapat dipanen. Perumahan dan permukiman penduduk rusak terendam air selama berhari hari. Demikian juga fasilitas pelayanan sosial ekonomi masyarakat, jalan, dan tempat tempat umum lainnya. Banjir juga dapat menelan korban jiwa. Kerugian semakin besar apabila terganggunya bahkan terhentinya kegiatan ekonomi pemerintahan.

Banjir dapat menjadi beban keuangan negara terutama untuk memulihkan fungsi sarana umum yang rusak. Untuk mengatasi masalah banjir seperti di Jakarta, pemerintah membangun kanal kanal di beberapa tempat yang rawan banjir. Arus air hujan dialirkan melalui kanal kanal tersebut sehingga tidak menggenang di jalanan. Ada juga masyarakat yang membuat tanggul tanggul depan rumahnya, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. Masyarakat semakin menghindari pembangunan rumah dibantaran sungai dan menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai

3. Gunung Meletus

source img :

Gunung meletus merupakan gejala alam vulkanik. Letusan gunung yang terjadi berasal dari gunung berapi yang masih aktif. Gunung ini biasa dipantau oleh petugas. Hal ini merupakan sikap waspada jika sewaktu waktu gunung berapi menunjukkan tanda tanda akan meletus. Dengan demikian, petugas dapat memberi peringatan pada masyarakat disekitarnya.

Dahsyatnya letusan gunung dapat membawa bencana bagi masyarakat serta kehidupan sekitarnya. Lahar panas muntah dari lubang kepundan gunung. Akibatnya, hewan ternak penduduk sekitar gunung mati, lahan pertanian rusak, bahkan penduduk yang tidak sempat mengungsi meninggal dunia karena terbakar lahar panas. Untuk mencegah akibat lebih buruk, kawasan gunung dalam jarak tertentu dinyarakan tertutup untuk masyarakat.

Semua penduduk diungsikan ketempat yang lebih aman. Penduduk dapat kehilangan mata pencaharian utamanya untuk beberapa lama. Terlebih lebih bagi penduduk yang tidak memiliki keahlian lain. Hal ini akan memicu kesulitan ekonomi pendudulk. Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka hanya dapat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak.

4. Angin Topan

source img : caramenghadapi.com

Angin topan adalah gerakan udara yang berputar dengan cepat. Angin topan disebut juga angin puting beliung atau aing puyuh. Angin topan dapat terjadi dimana saja. Biasanya angin topan terjadi di daerah dataran tinggi. Angin topan dapat menghancurkan perkebnunan, perumahan, dan menimbulkan kornman manusia. Angin topan merupakan salah satu angin yang menimbulkan bencana alam. Masyarakat di daerah Jawa menyebut angin ini dengan lesus.

Masyarakat didaerah rawan bencana angin topan harus selalu siaga dan waspada. Saat ada peringatan badai, masyarakat harus siaga menyiapkan berbagai keperluan seperti alat penerangan, bahan makanan yang cukup paling sedikit untuk tiga hari. Pencegahan di rumah rumah bisa dilakukan dengan menutup jendela jendela dan pintu kaca dengan papan. Hal ini dapat mempertahankan bangunan rumah agar tidak roboh karena tidak ada angin yang masuk ke dalam rumah.

Masyarakat dianjurkan selalu mendengarkan radio untuk memperoleh informasi peringatan bencana. Masyarakat yang hidup dipesisir dan daerah yang rawan bencna ini bisa melakukan tindakan persiapan dan pencegahan, seperti
  •  menyadari risiko dan membuat rencana pneungisan yang cepat dan tepat
  • melakukan lawtihan dengan menelusuri jalur jalur pengungsian, hal ini akan mempercepat dan memudahkan proses pengungsian apabila diperlukan nantinya.
Peristiwa peristiwa alam seperti gempa bumi, banjir, angin topan, atau gunung meletus dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat di sekitar tempat kejadian. Dampak dari peristiwa alam terssebut adalah terganggunnya kegiatan sehari hari masyarakat dan kerusakan lingkungan.

Dampak Kerugian yang disebabkan Peristiwa Alam dalam Kehidupan Masyarakat - Mungkin itu saja yang dapat disampaikan, kurang lebihnya mohon di maafkan karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Sekian dan terimakasih.